Langsung ke konten utama

Postingan

Hemmm, Apa yah?

Pagi ini begitu indah terasa Masih campur tangan Tuhan yang pastinya Tapi, seperti ada sesuatu yang berbeda Sebentar, hhhhhhuuuuuuuuhhh.... Apa yahh? Aku mulai mencari apa yang berbeda Ku dekati bunga didepan rumahku Ku hirup, hhhhuuuuuuhhh... Tidak, tapi bukan bunga Kemudian aku melangkah kecil kejalan depan rumah ; Kulihat sepanjang Gang rumahku masih sama Aku merenung sembari berpikir tapi tak keras heemmm, Apa yah ? Oh tidak! Aku lupa Iya aku lupa mengecheck Whatsapp ku pagi ini; hemm... Oh oke project di acc Apa ? Oh Tuhan.... maaf maaf "Pagi sayang, jangan lupa sarapan yah", bacaku : Ya Tuhan, aku lupa telah menyudahi masa LDR ku "Pagi juga sayang, iya kamu juga yah", balasku duuuh, bisa-bisanya aku lupa Emang yah kelamaan sendiri itu ribet ribet bikin kamu harus mulai belajar kembali ketika sudah bersama "dia" ribet bikin kamu memulai untuk saling menahan ego dan menerima pendapat Tapi yah namanya juga cinta, dia kan buta...
Postingan terbaru

Sore waktu setempat

Sore waktu setempat Aku terpaut waktu dan terikat Pukul 17:45 aku melihat Tepat didepan ada dia yang meratap Kulihat dia dari jarak yg tak jauh yang pasti dapat kusentuh terkejut dia melihatku; "Tuan, apakah kau yang di tunjuk Tuhan?" Sekeliling tampak kosong senyap dari suara Distorsi dari hati mengganggu suasana "Maaf, aku adalah kehampaan yang tak sengaja melihatmu" "Lantas siapakah dirimu ? Apakah kau arjuna?" dia bertanya Semakin hening hatiku bertanya kegaduhan logika dan hati tak dapat kureda "Arjuna? apakah itu dia?" "Tidak bukan dia, tapi anda." Aku menatap dia dengan kosong kulihat dari matanya tidak berbohong Sayup senyumnya dengan matanya seperti menjukku berbeda Ohtidak Tuhan, jangan dia.

Layu & Tertidur

Aku adalah Jenderal perang dari tubuhku Semangat membara kini menjadi debu Kemaslahatan normal percintaan kuanggap bualan Karena aku layu dan belum terbangkitkan Aku bermimpi dalam pahitnya tidur Menabur embun dibuai tandur Mengasah asa mendapat karsa Memeluk angan tanpa harapan Hidup berpetualang layaknya jalang mengais pundi cinta tanpa bualan ketika aku menggengam jatuh dan tersungkur disaat itu aku merasa "Layu & Tertidur". -Arya-

Mendung Dini Hari

Mendung Dini Hari Kenyataan gelap menghujam hati di penghujung waktu aku tertatih berkata dalam heningnya tawa rasakan luka sebuah jiwa Mendung Dini Hari Tak sempat aku melihat sekelebat hitam yang senyap; "hay, apakah aku tersesat?" jati diri yang mengucap Mendung Dini Hari Apakah ia benar dingin? atau hanya perasaanku yang tertiup angin? mungkinkah ini pertanda?; Cinta-Nya lebih dari kisah disurga -Arya-