Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Sore waktu setempat

Sore waktu setempat Aku terpaut waktu dan terikat Pukul 17:45 aku melihat Tepat didepan ada dia yang meratap Kulihat dia dari jarak yg tak jauh yang pasti dapat kusentuh terkejut dia melihatku; "Tuan, apakah kau yang di tunjuk Tuhan?" Sekeliling tampak kosong senyap dari suara Distorsi dari hati mengganggu suasana "Maaf, aku adalah kehampaan yang tak sengaja melihatmu" "Lantas siapakah dirimu ? Apakah kau arjuna?" dia bertanya Semakin hening hatiku bertanya kegaduhan logika dan hati tak dapat kureda "Arjuna? apakah itu dia?" "Tidak bukan dia, tapi anda." Aku menatap dia dengan kosong kulihat dari matanya tidak berbohong Sayup senyumnya dengan matanya seperti menjukku berbeda Ohtidak Tuhan, jangan dia.

Layu & Tertidur

Aku adalah Jenderal perang dari tubuhku Semangat membara kini menjadi debu Kemaslahatan normal percintaan kuanggap bualan Karena aku layu dan belum terbangkitkan Aku bermimpi dalam pahitnya tidur Menabur embun dibuai tandur Mengasah asa mendapat karsa Memeluk angan tanpa harapan Hidup berpetualang layaknya jalang mengais pundi cinta tanpa bualan ketika aku menggengam jatuh dan tersungkur disaat itu aku merasa "Layu & Tertidur". -Arya-

Mendung Dini Hari

Mendung Dini Hari Kenyataan gelap menghujam hati di penghujung waktu aku tertatih berkata dalam heningnya tawa rasakan luka sebuah jiwa Mendung Dini Hari Tak sempat aku melihat sekelebat hitam yang senyap; "hay, apakah aku tersesat?" jati diri yang mengucap Mendung Dini Hari Apakah ia benar dingin? atau hanya perasaanku yang tertiup angin? mungkinkah ini pertanda?; Cinta-Nya lebih dari kisah disurga -Arya-